Isi Kursus
Rencana Materi Training Evaluasi Dampak

1. Definisi Evaluasi Dampak

Proses sistematis mengidentifikasi, mengukur, dan menilai perubahan jangka panjang (positif/negatif, terencana/tak terencana) akibat kebijakan/program publik.

  • Penting dalam kebijakan publik: Menghubungkan intervensi pemerintah dengan hasil nyata (misal: peningkatan kesejahteraan, perubahan perilaku).

  • Beda dengan penelitian lain:

    • Evaluasi proses/output: Fokus pada pelaksanaan atau keluaran langsung (contoh: jumlah peserta program).

    • Evaluasi dampak: Fokus pada “apakah kebijakan benar-benar mengubah kondisi masyarakat?” (contoh: penurunan pengangguran 3 tahun pasca-program).

 

2. Evidence-Based Policy Making

Konsep kunci: Kebijakan publik harus didasarkan pada bukti empiris, bukan asumsi.

  • Peran evaluasi dampak: Menyediakan bukti objektif tentang efektivitas kebijakan (misal: RCT untuk menguji dampak bansos).

  • Mengapa penting?

    • Mencegah pemborosan anggaran.

    • Memastikan kebijakan tepat sasaran.

    • Meningkatkan akuntabilitas pemerintah.

 

3. Pendekatan Prospektif vs Retrospektif

AspekProspektifRetrospektif
TimingDirencanakan sebelum kebijakan dijalankanDilakukan setelah kebijakan berjalan
MetodeRCT, Quasi-eksperimenDID, PSM, RDD
KeunggulanKontrol tinggi, kausalitas kuatEfisien (gunakan data historis)
ContohUji coba program baru di 10 desa (random)Evaluasi dampak Kartu Prakerja 2023
0% Selesai