Perbedaan Data Science dan Data Analytics & Dampaknya bagi Bisnis

  • Home
  • Perbedaan Data Science dan Data Analytics & Dampaknya bagi Bisnis
Perbedaan Data Science dan Data Analytics & Dampaknya bagi Bisnis

Daftar Pembahasan

  1. Apa itu Data Science?
  2. Apa itu Data Analytics?
  3. Perbedaan Utama Data Science dan Data Analytics
  4. Keterampilan yang Dibutuhkan untuk Menjadi Data Scientist dan Data Analyst
  5. Peluang Karir di Data Science dan Data Analytics

Data science dan data analytics sering kali digunakan secara bergantian, namun keduanya memiliki perbedaan yang mendalam. Dalam dunia yang semakin bergantung pada data, penting untuk memahami perbedaan keduanya, terutama jika Anda tertarik mengejar karir di bidang ini. Lalu, apa sebenarnya yang membedakan data science dengan data analytics? Jika Anda bekerja dengan dataset besar untuk menemukan pola atau membuat prediksi, apakah itu termasuk data science atau data analytics? Artikel ini akan mengupas lebih dalam mengenai perbedaan kedua bidang ini dan apa yang diperlukan untuk berkarir di masing-masing bidang.

Apa Itu Data Science?

Data science adalah disiplin yang lebih luas yang mencakup berbagai aspek mulai dari pemrograman hingga pengolahan data dan pengembangan model prediktif. Secara umum, data science bertujuan untuk mengekstrak pengetahuan dan wawasan dari data yang besar dan kompleks. Pekerjaan seorang data scientist melibatkan tahapan yang lebih iteratif, yang dimulai dengan mengidentifikasi masalah atau peluang, mengumpulkan data yang relevan, kemudian memproses dan menganalisis data untuk menemukan pola dan tren yang dapat digunakan untuk membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

Data science sering kali melibatkan penggunaan teknik lanjutan seperti machine learning, pembelajaran mendalam (deep learning), dan artificial intelligence (AI). Proses ini tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis yang tinggi tetapi juga pemahaman tentang bagaimana mengembangkan algoritma untuk memprediksi hasil atau perilaku di masa depan.

Data scientist sering kali bekerja dengan bahasa pemrograman seperti Python dan R. Keahlian dalam platform big data seperti Hadoop dan Apache Spark juga sangat dibutuhkan untuk menangani volume data yang besar. Pemahaman tentang database dan SQL juga merupakan keterampilan penting yang harus dimiliki oleh seorang data scientist.

Apa Itu Data Analytics?

Data analytics, di sisi lain, adalah cabang dari data science yang lebih fokus pada penggunaan teknik statistik dan alat analisis untuk menafsirkan data yang sudah ada. Data analytics berfokus pada pengambilan wawasan dari data untuk menjawab pertanyaan spesifik dan membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik.

Perbedaan utama antara data science dan data analytics terletak pada pendekatan mereka terhadap data. Data analytics lebih fokus pada analisis data yang sudah tersedia, sedangkan data science melibatkan pengolahan dan pembuatan model yang lebih kompleks untuk mengantisipasi atau meramalkan tren dan hasil di masa depan.

Ada beberapa jenis analitik yang digunakan dalam data analytics, yaitu:

  • Descriptive Analytics: Jenis analitik yang digunakan untuk menggambarkan data yang ada, seperti berapa banyak pelanggan yang hilang atau bertambah dalam periode tertentu.
  • Predictive Analytics: Menggunakan data historis untuk memprediksi kejadian yang akan datang, seperti memprediksi kapan persediaan cantaloupe akan habis.
  • Prescriptive Analytics: Memberikan rekomendasi tentang tindakan yang harus diambil untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  • Diagnostic Analytics: Menganalisis mengapa suatu peristiwa terjadi, misalnya menganalisis kegagalan komponen pada jalur perakitan.

Pekerjaan seorang data analyst melibatkan penggunaan alat seperti SQL, Excel, dan alat visualisasi data untuk menyajikan temuan mereka kepada pihak yang berkepentingan. Data analyst cenderung bekerja lebih banyak dengan data yang sudah tersedia dan berfokus pada pemecahan masalah yang lebih spesifik, misalnya mencari alasan mengapa kampanye pemasaran tidak mencapai tujuan.

Perbedaan Utama Antara Data Science dan Data Analytics

Perbedaan utama antara data science dan data analytics terletak pada cakupan dan pendekatan mereka terhadap data. Data science memiliki ruang lingkup yang lebih luas, mencakup seluruh siklus hidup data dari pengumpulan hingga pemodelan prediktif. Data science juga lebih berfokus pada pengembangan algoritma dan penggunaan teknologi canggih untuk mengatasi masalah yang lebih kompleks.

Sebaliknya, data analytics lebih fokus pada pengolahan data yang ada untuk menemukan wawasan yang berguna. Data analytics tidak melibatkan pengembangan model atau algoritma yang kompleks, melainkan menggunakan teknik statistik dan alat analisis untuk membuat keputusan yang lebih tepat berdasarkan data yang ada.

Selain itu, data science sering kali melibatkan pemrograman tingkat tinggi dan pengolahan data dalam skala besar. Keahlian dalam machine learning dan AI sangat dibutuhkan dalam data science. Sementara itu, data analytics lebih fokus pada analisis data menggunakan teknik statistik dan visualisasi data.

Keterampilan yang Dibutuhkan untuk Menjadi Data Scientist dan Data Analyst

Untuk menjadi seorang data scientist, Anda memerlukan keterampilan dalam pemrograman (terutama Python dan R), machine learning, AI, dan analisis data dalam skala besar. Anda juga harus familiar dengan alat big data seperti Hadoop dan Apache Spark serta memiliki pengetahuan mendalam tentang SQL dan database.

Di sisi lain, untuk menjadi data analyst, keterampilan yang dibutuhkan lebih berfokus pada analisis statistik, kemampuan menggunakan alat analisis seperti SQL dan Excel, serta keterampilan dalam visualisasi data. Data analyst juga harus mampu menyusun laporan dan presentasi untuk menjelaskan temuan mereka kepada pihak yang berkepentingan.

Peluang Karir di Data Science dan Data Analytics

Karena data menjadi semakin penting di berbagai industri, permintaan untuk profesional di bidang data science dan data analytics semakin meningkat. Menurut laporan terbaru, permintaan untuk data scientist diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang, dengan banyak perusahaan yang mencari individu yang memiliki keterampilan dalam machine learning, AI, dan big data. Data scientist juga mendapatkan gaji yang cukup tinggi, terutama di sektor teknologi dan keuangan.

Sementara itu, data analyst juga memiliki peluang karir yang baik, meskipun ruang lingkup pekerjaan mereka sedikit lebih terbatas dibandingkan dengan data scientist. Data analyst banyak dibutuhkan di berbagai industri, terutama dalam pemasaran, kesehatan, dan manufaktur, untuk membantu organisasi memahami data yang sudah ada dan membuat keputusan yang lebih cerdas.

Baik data science maupun data analytics memiliki peran penting dalam pengolahan dan analisis data. Data science berfokus pada pembuatan model dan algoritma yang kompleks untuk memprediksi atau meramalkan hasil, sementara data analytics berfokus pada penggunaan data yang sudah ada untuk memberikan wawasan yang dapat membantu pengambilan keputusan.

Jika Anda tertarik dengan karir di bidang ini, penting untuk memahami perbedaan mendalam antara keduanya. Data science mungkin lebih cocok bagi mereka yang tertarik dengan teknologi canggih dan pemrograman, sedangkan data analytics lebih cocok bagi mereka yang lebih tertarik untuk menggali wawasan dari data yang sudah ada dan memberikan rekomendasi berdasarkan temuan tersebut.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *